Home » , » STANDAR KEBIJAKAN MONETER “SPECIAL DRAWING RIGHTS (SDR)

STANDAR KEBIJAKAN MONETER “SPECIAL DRAWING RIGHTS (SDR)

Written By KANG PENDI on Rabu, 07 Desember 2011 | 18.13

1    Sejarah Special Drawing Rights

SDR merupakan aset cadangan internasional, yang diciptakan oleh IMF pada tahun 1969 untuk melengkapi cadangan resmi yang ada pada negara-negara anggota. SDR dialokasikan untuk negara-negara anggota dalam proporsi kuota IMF. SDR juga berfungsi sebagai unit rekening IMF dan beberapa organisasi internasional lainnya. Nilainya didasarkan pada sekeranjang mata uang internasional utama. The Special Drawing Right (SDR) diciptakan oleh IMF pada tahun 1969 untuk mendukung sistem Bretton Woods nilai tukar tetap. Sebuah negara yang berpartisipasi dalam sistem ini diperlukan kepemilikan bank resmi pemerintah atau cadangan-pusat emas dan mata uang asing diterima secara luas-yang bisa digunakan untuk membeli mata uang domestik di pasar valuta asing dunia, yang dibutuhkan untuk mempertahankan nilai tukar. Namun pasokan internasional dua kunci cadangan aset-emas dan dolar AS terbukti tidak memadai untuk mendukung ekspansi perdagangan dunia dan pembangunan keuangan yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, masyarakat internasional memutuskan untuk menciptakan aset cadangan internasional yang baru di bawah naungan IMF. Namun, hanya beberapa tahun kemudian, sistem Bretton Woods runtuh dan mata uang utama bergeser ke sebuah rezim nilai tukar mengambang. Selain itu, pertumbuhan di pasar modal internasional yang difasilitasi oleh pemerintah meminjam kredit. Kedua perkembangan berkurangnyaa kebutuhan untuk SDR. SDR hanya terbatas digunakan sebagai aset cadangan, dan fungsi utamanya adalah untuk melayani sebagai the unit account dari IMF dan beberapa organisasi internasional lainnya. SDR bukan merupakan mata uang, atau klaim tentang IMF. Sebaliknya, itu adalah potensi klaim pada mata uang bebas yang dapat digunakan anggota IMF. Pemegang SDR dapat memperoleh mata uang ini dalam pertukaran untuk SDR mereka dalam dua cara: pertama, melalui pengaturan pertukaran sukarela antara anggota, dan kedua, oleh IMF menunjuk anggota dengan posisi eksternal yang kuat untuk membeli SDR dari anggota dengan posisi eksternal lemah.

2    Perkembangan Standar Drawing Rights

Sesuai dengan ketentuan yang ada, alat pembayaran transaksi perdagangan antar negara anggota dengan IMF harus dinilai dalam Special Drawing Right (SDR). Disamping itu SDR dapat berfungsi sebagai komponen cadangan devisa yang secara berkala dialokasikan kepada negara-negara anggota. Alat pembayaran ini diciptakan IMF pada tanggal 28 Juli 1969 dengan tujuan utama untuk menambah reserve assets dunia. Penciptaan SDR ini dilandasi pada kenyataan bahwa sebelum tahun 1960 struktur cadangan internasional negara-negara anggota sangat tergantung pada jenis mata uang yang terbatas, misalnya dollar Amerika Serikat, sehingga gejolak yang terjadi atas nilai mata uang tersebut dapat menimbulkan kurang stabilnya system moneter internasional.
Untuk mendukung kegiatan IMF, setiap negara anggota diwajibkan membayar kuota dan jumlah kuota seluruhnya adalah SDR 93.177,1. Dari jumlah tersebut kuota Indonesia adalah sebesar SDR 1.009,7. Pada tanggal 2 Juli 1990, Dewan Gubernur mengesahkan kenaikan kuota ke-9 tersebut telah efektif, maka jumlah kuota Indonesia akan menjadi SDR 1.497,6 juta.
Dasar penetapan nilai SDR dievaluasi secara berkala. Sebelum tanggal 1 Januari 1981, nilai SDR didasarkan pada 16 mata uang dan setelah periode tersebut penetapannya dikaitkan pada mata uang 5 negara anggota IMF. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa jumlah terbesar dari transaksi ekspor barang dan jasa serta lalu lintas modal selama kurun waktu 1980-1984, dinyatakan dalam 5 jenis mata uang yaitu Amerika Serikat, Jerman Barat, Perancis, Jepang dan Inggris.
Special Drawing Right (SDR), pada tahun 1968 berhasil dimasukan dalam Charter IMF. SDR tersebut mendapat julukan “paper gold” atau emas kertas, dengan alasan bahwa SDR memang mempunyai fungsi sebagai emas moneter. Kapan dan sebesar berapa SDR diciptakan/dibuat, ditentukan bersama dalam sidang IMF. SDR yang dihasilkan dibagikan kepada semua negara anggota dengan jalan memindahbukukannya pada rekening negara bersangkutan. SDR betul-betul merupakan uang, oleh karena negara yang memiliki SDR dapat menggunakan SDR untuk melunasi kewajiban pembayaran.
Penciptaan SDR pertama sebesar SDR 9,5 milyar, yang pembagiannya antar waktu dilakukan secara berangsur selama tiga tahun, yaitu tahun-tahu 1970, 1971 dan 1972. Penerbitan SDR yang pertama ini tujuan utamanya ialah untuk menekan peningkatan cadangan US$. Akan tetapi maksud ini tidak berhasil, sebab kenyataannya defisit neraca pembayaran Amerika Serikat masih terus membengkak, dan bahkan akhirnya terpaksa menghentikan konvertibilitas mata uang dollarnya terhadap emas pada bulan agustus 1971.
Tahun 1970 IMF telah mempraktikan rencana penciptaan dan pengeluaran SDR atau emas kertas (paper gold), SDR adalah hak tidak bersyarat untuk menarik mata uang negara lain. Oleh IMF diakui sebagai aktiva cadangan tidak bersyarat yang diciptakan IMF untuk mempengaruhi tingkat cadangan dunia, yang didistribusikan kepada anggota yang ikut berpartisipasi secara sebanding terhadap kuota mereka pada IMF. SDR dinilai dari indeks, yaitu dari mata uang negara anggota.
Jadi SDR digunakan dengan cara yang sama dengan cadangan dunia untuk membiayai defisit neraca pembayaran. Pada batas-batas  tertentu SDR dapat ditransfer dari satu anggota ke anggota yang lainnya sebagai pembayaran internasional. Sehingga penerima memberikan kredit kepada negara pemberi. Dengan perkembangan SDR, IMF telah melangkah menjadi Bank Sentral Internasional yang menerbitkan surat utang yang dapat diterima sebagai uang internasional. Akan tetapi penciptaan SDR baru memerlukan persetujuan negara anggota.
Penciptaan SDR yang kedua berjumlah SDR 12 milyar yang pengalokasianya dilakukan dalam tiga tahun berturut-turut, yaitu tahun 1979, 1980 dan 1981, dengan jumlah yang sama setiap tahunnya yaitu SDR 4 milyar. Penciptaan SDR yang kedua ini mengakibatkan jumlah SDR yang beredar Keseluruhannya menjadi SDR 22 milyar. Jumlah ini baru sekitar 7% dari jumlah cadangan moneter internasional yang tidak berupa emas. Semula SDR dinyatakan dalam satuan mata uang Amerika Serikat, yaitu SDR 1=US$ 1=1/35 ounce emas. Akan tetapi semenjak terputusnya hubungan antara US$ dengan  emas, cara tersebut ditinggalkan. Mulai 1 Januari 1981, nilai  SDR ditentukan berdasarkan pada serangkai atau sekeranjang mata uang ( a basket of currencies) dengan perbanndingan bobot sebagai berikut:

U.S.A                          Dollar                          0,540
Jerman                         D.Mark                        0,460
Perancis                       F.Franc                        0,740
Jepang                         Yen                             34.000
Inggris                         Pound                          0,071
Oleh karena itu nilai satu unit  SDR dapat kita hitung :
SDR 1 = $ 0,54 + DM 0,46 + F.Fr. 0,74 + Yen 34.000 + Pound 0,071
Cara yang lebih ekonomis untuk menyediakan likuiditas yang mantap bagi perekonomian dunia telah dilaksankan oleh internasional monetary Fund (IMF), yaitu dengan dikeluarkannya alat likuid baru yang disebut special drawing right (SDR).Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan jumlah yang telah direvisi untuk empat mata uang yang menentukan nilai dari Special Drawing Right (SDR). Efektif tanggal 1 Januari 2011, nilai SDR akan menjadi jumlah nilai dari jumlah setiap mata uang berikut:

Dolar AS                     0.660
 
Euro                            0.423

Pound sterling             0.111

Yen Jepang                 12.1

Keputusan tentang jumlah setiap mata uang dalam keranjang penilaian SDR adalah langkah terakhir pelaksanaan hasil tinjauan terbaru dari metode penilaian SDR (lihat Siaran Pers No 10/434). Sebelumnya, IMF telah menentukan bahwa komposisi keranjang SDR dan bobot ditugaskan untuk setiap mata uang adalah  41,9 persen untuk dolar AS, 37,4 persen untuk euro, 11,3 persen untuk pound sterling, dan 9,4 persen untuk yen Jepang. Jumlah yang tepat dari setiap mata uang ditentukan sehingga nilai dari keranjang SDR baru dan yang ada adalah sama pada hari kerja terakhir, 30 Desember 2010, sebelum keranjang baru mulai berlaku pada 1 Januari 2011 (lihat SDR Valuation1 dan Baru SDR Basket2). Pangsa aktual setiap mata uang dalam penilaian SDR pada hari tertentu tergantung pada nilai pasar pada hari jumlah tetap setiap mata uang di dalam keranjang.
Suku bunga SDR baru, yang akan diumumkan pada tanggal 7 Januari 2011, dan menjadi efektif pada tanggal 10 Januari 2011, akan mencerminkan keranjang penilaian baru serta nilai tukar dan suku bunga yang berlaku pada saat masing-masing penentuan mingguan suku bunga SDR. Perubahan diskrit dalam tingkat suku bunga SDR dapat diharapkan pada tanggal 10 Januari 2011, mencerminkan perubahan dalam saham mata uang di keranjang penilaian SDR dan perbedaan suku bunga pada setiap instrumen keuangan di dalam keranjang.
Sistem SDR nampaknya bisa menghindari kerugian-kerugian dari sistem yang disarankan sebelumnya. Berhasil tidaknya sistem ini dalam jangka panjang banyak tergantung pada :
1.        Disiplin moneter dari anggota IMF sendiri (terutama yang mata uangnya masuk dalam perhitungan kurs SDR). Sistem ini sendiri tidak mengenakan unsur-unsur diisplin moneter bagi masing-masing negara seperti dalam sistem Standar emas atau sistem standar barang, sehingga tidak ada jaminan bahwa nilai SDR akan selalu stabil.
2.        Pengelolaan dan perencanaan yang baik oleh IMF sebagai Bankir internasional mengenai besar kecilnya volume SDR yang diperlukan untuk menyangga perdagangan dunia supaya jangan terlalu sedikit. Sehingga menimbulkan deflasi dan hambatan pada pertumbuhan perdagangan dunia, tetapi juga jangan terlalu berlebihan sehingga menimbulkan inflasi dan hilangnya kepercayaan pada SDR (seperti terhadap dollar)
3.        Keadaan di sektor riil dari perekonomian dan pekrdagangan dunia (misalnya masalah energi, situasi politik internasional dan sebagainya). Sektor moneter dan sektor riil selalu saling berkaitan dan saling mempengaruhi, apakah untuk suatu negara atau untuk perekonomian dunia secara keseluruhan. Apapun yang dilakukan dibidang moneter tidak akan banyak artinya jika sektor riilnya tidak pula dibenahi. Tata politik dan ekonomi dunia yang mantap dan adil nampak melandasi semua ini.

3    Pengertian Special Drawing Rights

SDR adalah semacam uang giral internasional yang didukung penuh dengan dana reserve dan emas IMF. Sering pula dijuluki emas kertas (paper gold) karena bisa menggantikan semua  fungsi emas sebagai standar moneter internasional. Meskipun begitu SDR tidak ada hubungan yang langsung dengan persediaan maupun harga emas. Kurs SDR adalah indek yang tertimbang dari beberapa mata uang di dunia. Dengan perkataan lain nilai dari standar moneter yang baru dikaitkan dengan nilai dari sekelompok mata uang-mata uang pertama didunia (dan bukan dengan sekelompok barang-barang perdagangan utama didunia, seperti saran Hart-Kaldor-Timbergen di atas). Setiap tahunnya Direktur Jenderal IMF (dengan berkonsultasi dengan negara-negara anggota IMF) menentukan beberapa uang giral internasional tambahan yang akan diciptakan untuk menyangga pertumbuhan perdagangan internasional.

4    Tujuan diberlakukannya Special Drawing Rights

Beberapa mata uang telah menggantikan fungsi emas sebagai alat pembayaran internasional. Orang cenderung lari kembali ke emas. Dan ini berarti bahwa perdagangan internasional terhambat. Salah satu pemecahan yang dicoba adalah diciptakannya sistem Special Drawing Rights(SDR) oleh IMF.
Sebuah unit mata uang buatan berdasarkan beberapa mata uang nasional. The Special Drawing Rights berfungsi sebagai unit moneter resmi beberapa organisasi internasional termasuk Dana Moneter Internasional, dan bertindak sebagai cadangan tambahan untuk sistem perbankan nasional. Untuk anggota IMF, Special Drawing Rights dapat digunakan untuk menyelesaikan saldo perdagangan antara negara-negara dan untuk membayar IMF. Sebuah negara anggota IMF untuk memasok mata uang sendiri ke negara lain anggota dalam pertukaran untuk SDR, kecuali negara yang telah memegang sejumlah SDR tertentu.
Suatu jenis mata uang cadangan internasional moneter, diciptakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) pada tahun 1969, yang beroperasi sebagai suplemen untuk cadangan yang ada negara-negara anggota. Dibuat dalam menanggapi kekhawatiran tentang keterbatasan emas dan dolar sebagai satu-satunya untuk menyelesaikan rekening internasional, SDRs dirancang untuk menambah likuiditas internasional dengan melengkapi cadangan mata uang standar.
Tujuan utama penggunaan SDR adalah untuk menggantikan mata uang dan emas sebagai asset cadangan sentral sebuah negara. Namun, penggunaan SDR sebagai asset cadangan belum sepenuhnya karena dolar dan mata uang keras lainnya lebih fleksibel dan lebih banyak digunakan.

5    Keranjang Penilaian SDR

Nilai SDR awalnya didefinisikan sebagai setara dengan 0.888671 gram emas yang halus, pada saat itu, juga setara dengan satu dolar AS. Setelah runtuhnya sistem Bretton Woods pada tahun 1973, bagaimanapun, SDR didefinisikan kembali sebagai keranjang mata uang, hari ini terdiri dari euro, yen Jepang, pound sterling, dan dolar AS. Dolar AS nilai SDR yang diposting harian pada situs IMF. Hal ini dihitung sebagai jumlah tertentu dari empat mata uang dihargai dalam dolar AS, berdasarkan kurs dikutip setiap hari di pasar London. Komposisi keranjang ditinjau setiap lima tahun untuk memastikan bahwa itu mencerminkan kepentingan relatif mata uang dalam perdagangan dunia dan sistem keuangan. Dalam review terbaru pada bulan November 2005, bobot dari mata uang di keranjang SDR direvisi berdasarkan nilai ekspor barang dan jasa dan jumlah cadangan mata uang dalam mata Uang masing-masing yang dipegang oleh anggota lain dari IMF. Perubahan ini berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2006. Tinjauan selanjutnya oleh Dewan Eksekutif akan berlangsung pada akhir tahun 2010. Tingkat suku bunga SDR menyediakan dasar untuk menghitung bunga yang dibebankan kepada anggota secara rutin (non-konsesional) pinjaman IMF, bunga yang dibayarkan dan dibebankan pada anggota pada kepemilikan SDR, dan bunga yang dibayarkan kepada anggota pada sebagian dari kuota langganan mereka. Tingkat bunga SDR ditentukan mingguan dan didasarkan pada rata-rata tertimbang suku bunga representatif pada utang jangka pendek di pasar uang IMF dapat mengalokasikan SDR kepada anggota dalam proporsi untuk kuota anggota IMF. Seperti alokasi menyediakan setiap anggota dengan aset tanpa biaya yang tidak diperoleh bunga atau dibayar. Namun, jika anggota kepemilikan SDR naik di atas alokasi, ia memperoleh bunga atas kelebihan, sebaliknya, jika memegang SDR lebih sedikit dari yang dialokasikan, membayar bunga kekurangannya. Jadi SDR digunakan dengan cara yang sama dengan cadangan dunia untuk membiayai defisit neraca pembayaran. Pada batas-batas  tertentu SDR dapat ditransfer dari satu anggota ke anggota yang lainnya sebagai pembayaran internasional. Sehingga penerima memberikan kredit kepada negara pemberi. Dengan perkembangan SDR, IMF telah melangkah menjadi Bank Sentral Internasional yang menerbitkan surat utang yang dapat diterima sebagai uang internasional.

6    Kelebihan Special Drawing Right       

Special Drawing Right (SDR) mungkin merupakan suatu langkah menuju mata uang internasional yang sesungguhnya. Nilai SDR didasarkan atas empat mata uang berikut AS$ (45%), euro (29%), yen Jepang (15%), dan pound inggris (11%). Bobot ini mencerminkan arti penting relative dari mata uang-mata uang itu dalam perdagangan dan pembayaran. Nilai SDR lebih stabil dari nilai mata uang manapun dan stabilitas itu membuat SDR semakin menarik sebagai satuan dalam transaksi-transaksi internasional.
SDR dipegang oleh IMF terdiri dari 181 anggota dan 16 lembaga yang secara khusus merupakan lembaga-lembaga perbankan atau pembangunan regional yang ditentukan oleh IMF. Para pemegang dapat membeli atau menjual SDR baik spot maupun berjangka dan menerima atau menggunakannya dalam pinjaman, jaminan, barter, hibah atau penyelesaian kewajiban-kewajiban keuangan. Para pemegang mendapat bunga dengan suku bunga yang ditentukan secara mingguan.

7    Kelemahan Special Drawing Right

Salah satu alasan SDR tidak banyak digunakan sebagai cadangan devisa aset adalah bahwa SDR harus ditukar ke mata uang sebelum digunakan. Hal ini disebabkan sebagian untuk pihak swasta kenyataannya tidak memegang SDR. SDR hanya digunakan dan dimiliki oleh negara-negara anggota IMF, IMF itu sendiri, dan beberapa organisasi pilih lisensi untuk melakukannya oleh IMF. Fungsi dasar dari cadangan devisa, seperti intervensi pasar dan penyediaan likuiditas, serta beberapa yang kurang menjemukan seperti menjaga daya saing ekspor melalui nilai tukar yang menguntungkan, tidak dapat dicapai langsung menggunakan SDR. Fakta ini telah memimpin IMF untuk label SDR sebagai "aset cadangan tidak sempurna".
Alasan lain sedikit menggunakan SDR adalah bahwa jumlah SDR yang ada relatif sedikit. Pada Januari 2011, SDR mewakili kurang dari 4% dari cadangan aset asing global tukar. Untuk berfungsi dengan baik aset cadangan devisa harus memiliki cukup likuiditas, tetapi SDR karena jumlah SDR yang kecil, dapat dianggap menjadi aset tidak likuid. IMF mengatakan, "memperluas volume SDR resmi merupakan prasyarat bagi mereka untuk memainkan peran yang lebih bermakna sebagai aset cadangan pengganti".

Kesimpulan

SDR adalah semacam uang giral internasional yang bisa diciptakan, sesuai dengan kebutuhan. Nilai SDR dikaitkan dengan sejumlah mata uang utama dunia, dengan tujuan agar nilainya cukup stabil. Sistem SDR adalah satu langkah penting menuju “mata uang dunia” dalam arti yang sebenarnya. SDR adalah cadangan devisa internasional yang diciptakan sejak 1969, sebagai tambahan cadangan devisa negara-negara anggota IMF.
Share this article :

Poskan Komentar