Home » » KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM DAN PENGEMBANGANNYA

KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM DAN PENGEMBANGANNYA

Written By KANG PENDI on Selasa, 06 Desember 2011 | 09.15

 Komponen-Komponen yang Membentuk Sistem Kurikulum
Komponen tujuan, Isi Kurikulum, Metode atau strategi pencapaian tujuan dan komponen Evaluasi. Sebagai suatu sistem setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Manakala salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen lainnyam maka sistem kurikulum pun akan terganggu pula.
  Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan                                                          
Dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Bahkan rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Misalkan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat Indonesia adalah Pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai oleh suatu kurikulum adalah terbentukkya masyarakat yang Pancasilais.
Dalam skala mikro, Tujuan kurikulum berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti mata pelajaran  dan tujuan proses pembelajaran. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
1)        Tujuan Pendidikan Nasional (PTN)
Tujuan Pendidikan Nasional adalah tujuan paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan. Tujuan pendidikan umum biasanya dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan pemerintah dalam bentuk undang-undang. TPN merupakan sumber dan pedoman dalam dalam usaha penyelenggaraan pendidikan. Secara jelas tujuan Pendidikan Nasional yang bersumber dari sistem nilai Pancasila yang dirumuskan dalam Undang-undang No.20 Tahun 2003, Pasal 3, bahwa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembnganya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

2)        Tujuan Institusional (TI)
Tujuan Institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan.                       
 Dengan kata lain tujuan ini dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh setiap siswa setelah mereka menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga pendidikan tertentu. Tujuan Institusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang harus dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidika, misalnya seperti standar kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jejang pendidika tinggi.
3)        Tujuan Kurikuler
Tujuan Kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Oleh sebab itu tujuan kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualisikasi yang harus dimiliki anak didik setelah merekan menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu lembaga pendidikan.
Contoh tujuan kurikuler, adalah tujuan Bidang Studi Matematika di SD, Tujuan Pelajaran IPS di SLTP, dan lain sebagainya.
Tujuan Instruksional  merupakan bagian dari tujuan kurikuler, tujuan instruksional atau yang sekarang lebih populer dengan tujuan pembelajaran, merupakan tujuan yang paling khusus. Tujuan pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan.
                                                                                                  
PENUTUP
 Kesimpulan
Sistem terhadap kurikulum, artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponen-komponen yang saling berhubungan, sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan. Dalam komponen kurikulum ada hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan, yaitu: a. tujuan yang ingin dicapai, b. materi yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan, c. susunan materi/pengalaman belajar dan d. evaluasi apakah tujuan yang ditetapkan tercapai (Tyler, 1949). Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu. Sistem kurikulum terbentuk oleh empat komponen yaitu kompenen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi pencapaian tujuan dan komponen evaluasi. Sebagai suatu system setiap komponen harus saling berkaitan sau sama lain. Manakala salah satu komponen yang membentuk system kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen lainnya, maka system kurikulum pun akan terganggu pula.
 Rekomendasi
Walaupun kami sudah melaksanakan tugas ini seoptimal dan semaksimal mungkin. Namun, kami menyadari bahwasanya makalah ini jauh dari kesempurnaan, memiliki banyak kekurangan baik itu dari segi makalah maupun dari segi penyampaiannya. Karena segala kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata, sedangkan kami hanyalah manusia yang tidak sempurna dan memiliki banyak khilaf dan kesalahan.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang positif serta membangun. Selain itu juga kami mengharapkan ada kajian yang lebih mendalam mengenai materi tersebut di masa yang akan datang.
Share this article :

Poskan Komentar